Menyiapkan Generasi Ulama yang Fasih berbahasa arab dan menguasai ilmu keislaman, serta memiliki kemampuan dalam berdakwah

suasana yang mulai mencekam, bukan mencekam karena banyak hantu, tapi mencekam karena suasana yang uamat dingin banget.
ditambah dengan kegiatan yang selalu mengisi bulan Ramadhan kali ini.
semuanya tak disangka kalo rombongan yang ke watulimo harus di pisah. padahal rencana awal ada dalam satu pasang yang haruse gak boleh di pisah,( kayak apa ya hehehe…. )
persia[an yang seharusnya qta lakukan bersama terpaksa harus berjalan sendiri-sendiri. bekal yang kurasa kurang harus ku tambal dengan cari bahan di sekitar sini. alhamdulillah. suasana yang q tempati tidak sekiller yang kurasa. semuanya berjalan dengan nyaman tanpa beban. hanya 1 tugas yang belum ku dapatkan pemecahannya.

BAGAIMANA CARA MERAMAIKAN MASJID YANG JAMA’AHNYA CUMA SEDIKIT?????

di smaping itu juga jama’ah yang menetap sebagai jama’ah tetap tergolong sudah lanjut usia, yang muda2 kemana ya?????

apakah ada ide?????

AGAR pembicaraan sang da’i menarik perhatian dan berkesan, perlu diperhatikan hal-hal berikut :

1. Pahami dan kuasi pembahasan secara baik. Perlu setiap da’i menyiapkan kisi materi pembicaraan da rujukan yang diperlukan agar ketika berbicara tida kehilangan control.

2. Amalkan ilmu yang disampaikan dan diajarkan. Beri contoh dari diri sendiri tentang apa yang hendak disampaikan, hal ini untuk menutup dzan (prasangka) orang lain bahwa Anda “omong kosong”.

3. Pilih pembicaraan yangb sesuai dengan keadaan dan kebutuhan. Setiap da’I hendaknya pandai melihat fenomena yang berkembang di tengah hadirin, juga latar belakang social cultural meraka. Hal ini agar lebih mendekati kebutuhan audiens dan membangkitka spirit keagamaan mereka.

4. Sampaikan informasi segar sesuai dengan perkembangan yang sedang berlangsung. Fenomena kekinian yang terjadi bisa menjadi informasi menarik bagi hadirin, karenanya perlu disampaikan sesuai kebutuhan dan bisa menjadi paenambah materi yang disampaikan.

5. Beri ilustrasi hidup klasik atau kontemporer. Manusia seringkali menerima suatu pesan dengan gamblang dan jelas apabila diberi penjelasan berupa ilustrasi atau gambaran yang sesuai dengan pesan itu. Karenanya, seorang da’I mesti pandai-pandai maencari ilustrasi yang tepat untuk disampaikan mendukung pesan-pesannya.

6. Berikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi. Rata-rata umat Islam saat ini menghadapi problema yang kompleks, seperti problema keluarga, ekonomi, keamanan, musibah, dsb. Da’I yang cermat mengamati persoalan umat, semestinya memiliki target dakwah selain sampainya pesan, yakni hendaknya bisa memberi solusi alternative bagi pemecahan mereka. inilah sebenarnya yang bdinantikan audiens, jika da’I mampu begitu, niscaya kecintaan umat kepada Islam makin mantap seiring keyakinan mereka bahwa islam adalah agama “solusi”.

7. Sesuaikan tingkat dan gaya bahasa dengan tingkat ntelektual audiens. Tak bisa dipungkiri bahwa pesan dakwah kadang gagal dan ditolak gara-gara da’I tidak melihat kadar intelektual audiens. Berbicara terlalu ilmiah di depan masyarakat awam yang kurang terpelajar, atau berbicara yang “bertele-tele” tanpa ada greget ilmiahnya di depan kaum terpelajar juga membuat audiens jengah. Karena itu, da’I tidak boleh egois, mesti memperhatika kondisi audiens dalam hal daya berpikir mereka.

8. Sertakan dalil dan argument yang kuat. Stateman atau pernyatan da’I, walaupun sudah menjadi hal umum yang dibenarkan agama, alangkah baiknya jika diberi penguat berupa dalil atau nash yang mendukung pernyataa itu. Argument juga penting untuk menekankan pernyataan sehingga audiens mencatatnya dalam hati dan benak mereka bahwa apa yang disampaikan itu benar adanya.

9. Disiplin dengan waktu yang telah disepakati. Sebaik-baik pembicaraan adalah yang pendek namu efektif sedang seburuk-buruk pembicaraan adalah yang panjang bertele-tele tapi menyesatkan. Karena itu alangkah bijaknya da’I menepati waktu yang telah ditetepkan untuk berkutbah baginya. (betaonline).*

Diambil dari : Retorika Dakwah: Bekal untuk Para Da’i Posted on July 3, 2008 by infopusdai

setelah beberapa hari nggetu di kamar buat belajar, sekarang aku bisa temukan dan dapetkan hasilnya…

nilai UAS yang memuaskan meskipun tidak sesuai dengan harapan dalam benak, tapi itu membuatq sudah sangat bersyukur,

setelah melihat hasilnya  Nilai Muntaz pantas di depetin temen2 yang emang sudah dapat diliat dari ksehariannya, mereka yaitu. akhie Agus Yulianto yang notabane sudah lulus dari perguruan Tinggi islam negeri di surabaya jurusan Syaria’ah, akhie Choirul Anwar, Miftah Afif Abdul, Nanang Khosyi’in, Muhammad Hamzah dan Akh Wafiqul Mizan yang sudah tdak diragukan lagi kehebatannya di kelas,

banyak yang jayyid jiddan, jayyid, makbul bahkan roosyib.

semangat buat yang nilainya pas-pasan dan selamat buat yang milainya mumtaz. salut buat kalian semua , tetap istiqomah saja ya,

fenomena lain timbul dari mustawa yang di atas mustawaq, dari mustawa awwal, tsalis, dan robi’ banyak yang kurang puas kayaknya, karena  melihat dari keseharian dan kebiasaan yang lumayan dapat nilai biasa dan yang biasa dapat nilai lumayan, bahkan dari mustawa tsalis dan robi’ banyak yang roshib. hemm…., pa ada kesalahan penulisan dan pengisian nilai ya,,,?

tapi menurutku itu semua adalah hasil yang memang sudah maksimal, itulah kemampuan kita sebenarnya, tidak perlu saling menyalahkan, apalagi yang disalahkan ustadznya, wah jangan sampek dech ntar kualat lho hehehhe….

semoga kita semua bisa lebih banyak – banyak mengambil hikmah dari ini semua, semoga tambah semangat dan sebagainya,,,

tetap semangat ya saukdaraku semuanya…

La tahzan, innallaha ma’ana…

Terkadang semuanya begitu saja, tanpa ada yang menyakngka dan memulai,,,

mengalir bagai air bah yang tiba2 datang tanpa di sangka2,,,

begitu juga dengan sebuah inspirasi,,,,,

suasana taman flora yang sejuk dan kondusif menjadikan dan memunculkan gagasan- gagasan terbaik itu muncul sampai-sampai dpat knlan baru yang juga memunculkan inspirasi dan semangat, namanya pak Soemikan, syukron ya pak atas semuanya…..

Ada gagasan baru muncul, sebuah kgiatan came back to village, kbetulan sudah lama ku mananti pemikiran2 brilliaan dari teman-teman, sebuah agenda yang disa di jadikan bahan belajar untuk kembali ke masyarakat, karena menurutku buat apa kita belajar kekota, belajar ilmu logika yang tidak pernah ada habisnya tapi suatu saat kita kembali ke kampung kita tidak bisa berbaur dengan masyarakat, atau bahkan tidak bisa mempraktekkan apa yang kita dapat dari bangku kulyah untuk masyarakat sekitar.

sSebuah acara baru dan unik setelah ku pertumbangkan dengan saudaraq Daud Al-Insyirah dan ku konfirmasikan ke teman – teman mahasiswa di Ma’had Umar Bin Khattab, tercipta gagasan Bakti Sosial ke pedesaan….

hem…..

kmana ya enaknya tujuannya…?

ada dua pilihan, ke Gresik Di Desa Canga’an atau Ngemboh Ujungpangkah Gresik atau Ke Sedayu Lawas Lamongan….

rencananya sih agenda acaranya,

1. Masuk Ke Lingkungan Madrasah Ibtidaiyah berbagi Ilmu yang sudah kita pelajari dari Ma’had Umar Bin Khattab + Out Bond buat anak-anak SD/MI,

2. Buat anak-anak SMP, SMA atau diatasnya berupa Bedah Buku dan  Workshop Penulisan Cerpen yang akan di pandu dari para penulis dari FLP Surabaya atau Gresik,

3. Di tutup dengan tampilan Group Nasyid dari sudoarjo ( temen2  Akhi Daud ) dengan pemutaran Filem bersama di lapangan,,,,

siapa yang mau bantu n bergabung,,,??? monggo, tapi ini kami berharap ke relaan ja tdak ada bayaran hehehhe,,,

soalnya kan niate juga ingin belajar bareng-bareng…

yang di rumah semuanya mohon partisipasinya ya…?

semoga sukses,,,, !

oya rencananya acara akan di adakan minggu ketiga bulan ini, bulan pebruaru 2011.

hum perlu persiapan ekstra,,,

tapi tidak apa-apalah, ini juga nanti akan kembali pada diri kita sendiri, semoga Allah memberikan kemudahan Amiin…

SEMANGAT !!!

Semua berlalu begitu saja, aku sendiri bahkan tidak mengerti apa yang sudah kulakukan pada ibuku yang telah merawat aku sejak masih dalam kandungan hingga ku bias singgah di perantauan ini. Dua  bulan berlalu tapi aku tak menghiraukan apa yang sudah terjadi padaku, aku cuma ingin mengelana entah kemana langkah kaki ini berjalan. Yang penting aku tidak dirumah bersama orang-orang terbaik yang terlalu sayang padaku, mungkin aku tidaklah pantas melakukan ini semua, tapi ini sudah keputusanku yang tidak akan kulirik untuk menyesalinya .

Tooooot, toooot……! Suara klakson truck dari arah utara melaju kencang, hatiku berdetak kencang melihatnya karena di seberang jalan ku melihat Aal, Ana dan Jihad mau menyeberang jalan dari foto kopy makalah hasil seminar speed reading yang baru saja kita ikuti, aku tidak kebagian makalah karena pesertanya melebihi target yang ditentukan oleh panitia pelaksana, jadi kita berempat hanya kebagian satu makalah, sebenernya dapat dua tapi yang satu diberikan Aal pada anak cèrme yang kebetulan ketinggalan. Dan kita juga merasa cukup nanti kita fotocopy aja bareng-bareng….

Akhi…….! Awas ada mobil ….! “ teriakku sontak membuat seluruh orang disekitarku menoleh kearahku.

Jihad langsung meloncat kebelakang sambil menyetret tangan Aal yang berada dalam deretan paling depan,

“ Maaf Ukhti Aal, ana tadi tidak sengaja, hingga buat antum kaget….! “ ucap Jihad saat ku berada disamping mereka,

“ Syukroon akh, tidak usah minta maaf. “

“ Kalian tidak apa-apa ?“ tanyaku kemudian

La..,thank’s sudah ingetin kita tadi, kalau antum tidak berteriak entah apa yang akan terjadi pada kita tadi, “

“ Istighfar, akh., semuanya sudah digariskan oleh Allah SWT.

“ Sudah foto copynya?”

“ sudah akh,”

‘ Kita langsung pulang ?” Tanya aal.

Afwan Ukhti, kita harus ke perpustakaan dulu mau mengembalikan buku yang kita pinjam kemarin, sudah waktunya balikin “ jawab Jihad.

“ Kalau gitu kita pulang dulu masih ada kegiatan di rumah, assalamu’alaikum… “

“ Wa’alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh.”

“ Ayo ke masjid dulu antum belum Sholat khan? “ Ucapku sambil kulangkahkan kakiku ke masjid Baitur Rahman yang tepat di depan kami. Aku tidak ingin mengolor waktu lagi buat sholat.

“ Ok.” Ucap Jihad sambil mengikutiku langkahku.

@_@

kakanda Akbar

Yang selalu kami rindu

Assalamu’alaikum..

Salam manis dari adikmu yang selalu merindu dan menginginkan mas akbar kembali, sudah hampir satu tahun mas akbar tidak mengirim surat pada Ulya, gimana kabar mas sekarang? apa sekarang mas akbar sudah tidak kangen lagi sama Ulya dan Ibu yang tiap hari selalu menanyakan keadaan mas? Kasihan Ibu mas, tiap malam dalam sujudnya selalu meminta mas pulang meski hanya sedetik dalam dekapan dan pelukan serta pangkuan ibu. Bapak masih kolot mas ia masih tidak menginginkan mas kembali sebelum mas jadi orang yang dapat berguna buat masyarakat terutama keluarga,meski Ibu sudah sering meminta kepada bapak tapi sebenarnya beliau sangat rindu dan sayang pada mas, buktinya tanpa sadar kemarin aku mendengar beliau berdo’a  agar kelak mas bisa jadi dan termasuk orang-orang yang selalu menegakkan kalimah Allah, semoga.. Oya mas kemarin Ulya dapat peringkat satu lagi masih bertahan seperti tahun lalu. Tapi, nilainya beda tipis dengan nanda, tolong tetap do’akan adikmu disini semoga kelak menjadi seperti yang Ulya dan mas cita-citakan “ Seorang Guru “ … saya yakin meski tidak ulya minta pasti mas selalu do’akan ulya. Sudah ya mas lain kali ulya sambung lagi, jika mas sempat tolong dibalas meski tidak untuk adikmu ini, ulya minta dan mohon tujukan buat ibu dirumah….

Wassalamu’alaikum

Salam sayang selalu

Adikmu Ulya

Sambil kudekap surat yang ke empat dari adikku Ulya, air mataku menetes merindukan keluarga yang selalu ada dalam lubuk hatiku paling dalam, terutama ibuku.

“ Maafkan anakmu ini bu. Akbar belum bisa pulang seperti apa yang ibu inginkan, tetap do’akan akbar supaya jadi seperti harapan keluarga semua “ ucapku lirih dalam hati.

Bersambung . . .

” Assalamu’alaikum semuanya, selamat sore semuanya… jumpa lagi dalam acara kafe remaja di lembaran ke 18 bulan pertama tahun 2011. separti biasanya kita akan mengupas banyak hal tentang remaja yang mulai menggila akhir2 ini, menggila dalam hal apa ya…?, wah banyak pokoknya. dalam menit ke 15 dari pukul 17 ini kita akan mulai dengan lembaran baru serta semangat baru, buat ikhwan dan akhwat semuanya yang punya masalah seputar aktivitas di dunia remaja, langsung ja gabung ma kita semua, qta ada untuk berbagi dan bertukar pikiran, sebelum qta terima surat Ri-Q di sini akan membacakan topik kita hari ini, sebuah topik yang sudah Ri_Q bacakan minggu lalu,,,,,

hemmmmm apa ya kira2 topiknya,,,.?

wah seru banget , pengalama yang paling membuat kita menyesal, Hum….

buka2 aib nih ceritanya, …?

qta disini menyajikan tema ini semua bukan bermaksud yang aneh2 tapi cuma ingin menjadikan pengalaman temen semuanya spaya bisa di jadikan pelajaran buat qta semua oke,,,,,,,

sambil menunggu dari shobat2 semua ada yang masuk marilah qta dengarkan nasyid dari raihan….. Ya Rasulullah, selamat mendengarkan…” suaraq menggema dalam ruangan ukuran 2×3 di belakang sekretariat radio” Pelangi Remaja”. sebuah raungan yang dulunya hanyalah sebuah gudang tak bertuan, anak2 menjadikannya sebagai tenpat radio komunitas remaja yang notabanenya di kelola anak2 MAM 4 Gresik

“kembali lagi shobat semuanya…., hemm…. apa ya,,,? ternyata sdah ada surat yang masuk dari shobat qta semua, ini datangnya dari si Fulan dengan alamat surabaya, wuih, jauh ya hehhehe….. tapi tidak apa semakin jauh semakin aneh dan bermanfaat ilmu yang akan kita dapat, Insyaallah. langsung Ri_Q bacakan”

Selamat Sore ShobatQ Ri_Q, “

” Selamat Sore Juga shobat…. ” jawabku singkat menjawab apa yang q ucapkan sendiri.

disini q mau cerita, sebuah pengalaman berharga yang menjadikanq terpuruk dan bangkit dengan semangat ’45

” Yupz.”

Di Suatu Saat q berjalan sendirian, meratapi suatu penyesalan yang telah ku perbuat,  kesalahan apa itu? sebuah kesalahan yang tidak akan pernah aku maafkan diri ini karena perbuatan tersebut, kesalahan yang menjadikan q merasa hina dan jijik dalam tubuh ini, sebuah kesalahan yang tdak pernah ku sadari kalau bakal ku lakukan,

Hemm… apa ya kira2..?, ayo qta lanjutkan.”

Aku telah tidur dengan teman kerjaku, ya mungkin hal itu sdah lumrah banget di lakukan oleh setiap remaja masa kini, apalagi dunia sebebas di kota yang ku tempati saat ini, awalnya hanya ingin coba2 tapi rasa coba2 itu menghasilkan sebuah peristiwa besar yang membuat q tak bisa lari dari apapun, ya, ku tak bisa lari dari masalah ini, karena perbuatan kami menghasilkan sebuah benih yang menggemparkan warga sedesaq, yang paling parah hal tersebut menjadikan orang tua teman kerjaku harus terkena serangan jantung dan akhirnya menhembuskan nafas terakhir, ya mungkin semuanya sdah di atur oleh Sang Khaliq,dan benar sekali apa yang terkandung dalam Surat an-Nur ayat 23 : Pezina laki-laki tidak boleh menikah kecuali dengan pezina perempuan atau dengan perempuan musyrik. Dan pezina perempuan tidak boleh menikah kecuali dengan pezina laki-laki atau dengan laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan bagi orang-orang mukmin.

yang membuatq trenyuh aku juga tidak sempat meminta maaf terhadap orang tuanya atas apa yang kulakukan.

setiap malam q dibayangi kata2 terakhir yang di ucapkan oleh ibu temanq tersebut, ” ibu tidak akan pernah Ridho apa yang telah kalian perbuat. bener2 tidak ridho “

hatiku berkecamuk, mekipun q sadar kalau seorang Ibu tdak akan pernah lupa dan tidak sayang pada anaknya, tapi, terkadang perbuatan anaklah yang menjadikan ketidak Ridhoan itu muncul, dan baru ku sadari saat ini, aku cma bisa pasrah kepada Sang Khaliq untuk selalu memafkan setiap apa yang telah q perbuat, aku menyesal telah berbuat yang sejau itu tanpa memikirkan sesuatu yang akan ter jadi nanti,,,,,

semoga kalian semua tdak mengikuti langkah syetan yang ku lakukan, ckup hanya aku saja yang mengalami dan merasahakan ini semua,,,

Terima kasih, semoga bermanfaan dan bisa di jadikan sebuah pelajaran “

Okey shobat kafe remaja di tanah air sebuah peristiwa yang telah mengalir terkadang menjadikan kita bisa lebih waspada dan mawas diri, dunia remaja yang terkenal dengan dunia bebas ternyata banyak menjadikan dan benimbulkan sebuah warna tersendiri dalam dunia ini, banyak sekali pelajaran yang kita dapatkan pada sore hari ini diantaranya

yang pertama ; dalam setiap langkah yang akan kita perbuat hendaklah meliaha serta menimbang baik dan buruknya terlebih dahulu

yang kedua ;  suatu kebiasaan yang lumrah dan biasa di lakukan oleh orang2 di sekeliling kita bukan berarti sebuah perbuatan yang baik, tetap kita harus memilaj hal tersebut,

ketiga ; suatu penyesalan akan selalu datang di belakang, Ingat Hal ini !

Keempat ; terkadang murka orang tua itu selalu terjadi atas perbuatan qta sendiri,

Kelima ; semua yang enak2 itu belum tentu baik di mata Allah SWT bisa jadi itu semua datangnya dari syetan, dan ingat setan itu sangat  kuat untuk mnyesatkan setiap hamba Allah yang terlena oleh dunia dan mulai lupa akan akhiratnya,

dan masih banyak hal lagi yang dapat kita petik dari kisah teman qita tersebut di awal, semoga Allah seklalu menjaga kita semua dari Goda’an yang membuat kita terjerumus….

okey sebuah tembang penutup dalam perjumpaan qta sore hari ini, apabila ada salah kata dari kami, saya atas nama kru yang bertugas dalam acara kafe remaja Radio Pelangi Remaja, mohon ma’af yang sebesar-besarnya, akhirnya

nuun Walqolami wama yasturuun

wassalamu’alaikum wr. wb.

sampai jumpa minggu depan,

Demi Masa dari Raihan

Melilihat peristiwa tadi ada suatu rasa yang terselip dalam hati ini, ada penyesalan yang telah kulakukan,

setiap hari aku selalu membuat marah dan tidak enak hati ibuku, tapi semua itu tdak pernah aku sadari bahkan sdah ku anggap sesuatu yang biasa dan lumrah,

padahal Ridha Allah terletak pada Ridho ibu kita masing-masing,

” Ya Allah ampunilah Hambamu yang berlumuran dosa ini, yang tidak pernah patuh pada orang tua hamba yang selalu durhaka pada ibu hamba, orang yang telah memberikan seluruh kasih sayang terbesarnya tanpa pandang lemah dan letih, yang setiap hari harus berkorban menguras tenaga serta membanting tulang untuk sesuap nasi tiap anak-anaknya, mereka rela kelaparan dan kehausansi tengah terik matahari yang menyengat untuk setiap anaknya, sereka yang rela tidak makan demi sang buah hati, tanpa lelah dan letih menghampiri berusaha yang terbaik mencetak setiap aanaknya agar menjadi seseorang yang membanggakan orang tua kelak, tapi yang di lakukan hambamu ini sudah terlapau keterlaluan, padahal tidak akan pernah bisa hambamu ini bisa membalas setetespun air susu yang mengalir dalam tubuh ini, bahkan mendo’akannyapun tidak, Ya Allah ampunilah segala dosa hambamu ini, dosa kudua orang tua hambamu ini , kasihanilah keduanya sebagaimana mereka mengasihi kami di waktu kami kecil…

Amiin ya robbal ‘alamiin,”

Do’aq dalam hati, sebuah do’a pertama yang kupanjatkan buat orang tuaku, maafkan anakmu ini ibu dan bapak…


Semuanya berjalan begitu saja, tanpa kusadari sudah lama sekali waktu yang terlewatkan dengan sia-sia, tarjet yang kukejar untuk menghafalkan Al-Qur’an dan Hadits terbang dengan sia-sia, tapi semua itu terlanjur terjadi, berbagai masalah yang datang di duniaku saat ini membuatku tak berkutik untuk mengejar semuanya, apalagi masalah dengan teman-teman yang datang silih berganti bak air mengalir dengan derasnya tanpa bisa ku bendung, meskipun aku tersadar semuanya terdapat dalam diriku, tapi ku berharap banget kalau semua orang di sekelilingku mengerti dan memaklumi apa yang udah terjadi, tapi tetap patut ku syukuri kalau masih ada satu dua orang yang memperdulikanku,

Ternyata keegoisanku yang mengatakan semua orang lari dan menghindar tak terbukti sama sekali,

Bahkan pendapat seorang teman yang mengatakan bahwa setiap orang punya potensi kuacungi jempol, diantaranya :

1. Kekuatan semangat yang harus diolah dengan baik.

2.  Kekuatan berfikir, yang harus selalu di tarbiyahi dengan ilmu.

3. Kekuatan jasmani, yang dapat kita renungkan bahwa didalam tubuh yang sehat terdapat arena berjihad.

4. Kekuatan hati, yang dialamnya selalu terdapat kebersihan dan mengakibatkan suatu nikmat kesehatan yang tak terhingga.

 

Subhanallah,

Dalam diri ini selalu dan harus selalu kutanamkan sebuah urutan Al-Qur’an, Hati, akal dan Semangat.

Agar ku dapat memahami tujuan hidup yang sebenarnya, jika ku merasa belum menemukannya aku harus tetap semangat untuk mencarinya dalam Majlis Ilmu, dimanapun dan kapanpun.

 

Karna aku juga merasakan tidak perlu kita menawarkan nyawa kita untuk agama Allah, karena Allah akan mengambilnya sesuai yang ia mau meskipun kita tidak menawarkannya.

jadi aku harus berfikir apa yang bisa aku lakukan bukan apa yang bisa menyulitkan.

 

Aku Harus SEMANGAT !!!!

 

SEMOGA DENGAN INI AKU BISA BERMUHASABAH…

Dari Al-Fudhail bin ‘Iyadh ia berkata, seorang laki-laki menceritakan kepadaku: “Ada laki-laki yang keluar membawa benang tenun, lalu ia menjualnya satu dirham untuk membeli tepung. Ketika pulang, ia melewati dua orang laki-laki yang masing-masing menjambak kepala kawannya. Ia lalu bertanya, ‘Ada apa?’ Orang pun memberitahunya bahwa keduanya bertengkar karena uang satu dirham. Maka, ia berikan uang satu dirham kepada keduanya, dan ia pun tak memiliki sesuatu. 

Ia lalu mendatangi isterinya seraya mengabarkan apa yang telah terjadi. Sang isteri lalu mengumpulkan beberapa perkakas rumah tangga. Laki-laki itu pun berangkat kembali untuk menggadaikannya, tetapi barang-barang itu tidak laku. Tiba-tiba kemudian ia berpapasan dengan laki-laki yang membawa ikan yang menebar bau busuk. Orang itu lalu berkata kepadanya, ‘Engkau membawa sesuatu yang tidak laku, demikian pula dengan yang saya bawa. Apakah Anda mau menukarnya dengan barang (daganganku)?’ Ia pun mengiakan. Ikan itu pun dibawanya pulang. Kepada isterinya ia berkata, ‘Dindaku, segeralah urus (masak) ikan ini, kita hampir tak berdaya karena lapar!’ Maka sang isteri segera mengurus ikan tersebut. Lalu dibelahnya perut ikan tersebut. Tiba-tiba sebuah mutiara keluar dari perut ikan tersebut.

Wanita itu pun berkata gembira, ‘Suamiku, dari perut ikan ini keluar sesuatu yang lebih kecil daripada telur ayam, ia hampir sebesar telur burung dara’.

Suaminya berkata, ‘Perlihatkanlah kepadaku!’ Maka ia melihat sesuatu yang tak pernah dilihatnya sepanjang hidupnya. Pikirannya melayang, hatinya berdebar. Ia lalu berkata kepada isterinya, ‘Saya kira ini adalah mutiara!’ Sang isteri menyahut, ‘Tahukah engkau berapa nilai mutiara ini?’ ‘Tidak, tetapi aku mengetahui siapa orang yang pintar dalam hal ini’, jawab suaminya. Ia lalu mengambil mutiara itu. Ia segera pergi ke tempat para penjual mutiara.

Ia menghampiri kawannya yang ahli di bidang mutiara. Ia mengucapkan salam kepadanya, sang kawan pun menjawab salamnya. Selanjutnya ia berbicara kepadanya seraya mengeluarkan sesuatu sebesar telur burung dara. ‘Tahukah Anda, berapa nilai ini?’, ia bertanya. Kawannya mem-perhatikan barang itu begitu lama, baru kemudian ia berkata, ‘Aku menghargainya 40 ribu. Jika Anda mau, uang itu akan kubayar kontan sekarang juga kepadamu. Tapi jika Anda menginginkan harga lebih tinggi, pergilah kepada si fulan, dia akan memberimu harga lebih tinggi dariku’.

Maka ia pun pergi kepadanya. Orang itu memperhatikan barang tersebut dan mengakui keelokannya. Ia kemudian berkata, ‘Aku hargai barang itu 80 ribu. Jika Anda menginginkan harga lebih tinggi, pergilah kepada si fulan, saya kira dia akan memberi harga lebih tinggi dariku’.

Segera ia bergegas menuju kepadanya. Orang itu berkata, ‘Aku hargai barang itu 120 ribu. Dan saya kira, tidak ada orang yang berani menambah sedikit pun dari harga itu!’ ‘Ya’, ia pun setuju. Lalu harta itu ditimbangnya. Maka pada hari itu, ia membawa dua belas kantung uang. Pada masing-masingnya terdapat 10.000 dirham. Uang itu pun ia bawa ke rumahnya untuk disimpan. Tiba-tiba di pintu rumahnya ada seorang fakir yang meminta-minta. Maka ia berkata, ‘Saya punya kisah, karena itu masuklah!’ Orang itu pun masuk. Ia berkata, ‘Ambillah separuh dari hartaku ini. Maka, orang fakir itu mengambil enam kantung uang dan dibawanya. Setelah agak menjauh, ia kembali lagi seraya berkata, ‘Sebenarnya aku bukanlah orang miskin atau fakir, tetapi Allah Ta’ala telah mengutusku kepadamu, yakni Dzat yang telah mengganti satu dirhammu dengan 20 qirath. Dan ini yang diberikanNya kepadamu adalah baru satu qirath daripadanya, dan Dia menyimpan untukmu 19 qirath yang lain.

tulisan ini di ambil dari kisah nyata islami blog dari Ustad Imam Fauzi, Lc

Lega rasanya bisa mulai menghirup udara pedesaan lagi di Ramadhan tahun ini. Dua minggu harus bergelut dengan mata kulyah Nahwu Shorof membuat kepalaku mulai pening, tidak ada yang nyantol sama sekali dalam otakku yang lemot ini. Kata temen-temen aku ibarat computer masih di pentium satu dan sudah usang, jadul serta ketinggalan jaman. Ditambah lagi tiga hari harus mengikuti Pelatihan  yang muter-muter materinya masih soal agama, mulai dari materi ke-Islam-an, ke-Muhammadiyah-an, Tehnik berpidato dan berkhutbah, ke-IPM-an yang sudah mulai jenuh aku kosumsi setiap hari di asrama Ma’had.

Melihat seluruh peserta dengan semangatnya empat lima, semangat para pejuang kemerdekaan yang bertarung mati-matian mempertahankan keutuhan NKRI, padahal mereka masih usia anak SMP dan SMA yang notabanenya masih senang dengan dunia hura-hura. Apalagi bulannya puasa, kebanyakan mereka sibuk menyiapkan kegiatan tiap sore, mau ngabuburut kemana, mlengseng dimana serta Mall dan pasar mana yang paling cocok buat hunting baju lebaran. Mereka yang masih setia dengan semangat baja untuk menyelami materi kerohanian islam yang mulai ditinggalkan orang, materi-materi yang katanya sebagian orang tidak bisa dan dapat diandalkan untuk mencari uang. Materi yang berguna buat masa depan di dunia dan  di akhirat kelak.

Kondisi yang seperti itu tidak membuatku berpaling, bahkan tak sedikitpun menjadikanku sebagai peserta tertua dalam pelatihan ini untuk merasa minder. Tapi itulah sebuah pilihan hidup. Aku sudah merasa bosan dengan semua ini. Apalagi sejak orang tuaku memaksaku untuk nyantri sejak keluar dari SD. Bahkan sampai sekarang di perguruan tinggipun aku harus tinggal di asrama. Sebuah tempat yang merupakan penjara suci bagiku.

“Cak Misbah, HP cacak tuh ngoceh terus dari tadi, minta di kasih makan mungkin,” aku terbangun saat suara adekku memekikkan telinga sambil menggedor pintu kamarku.

“Iya… iya!” jawabku malas sambil ku monyongkan mulutku, kesel.

Kuraih HP di samping bantal tempatku tidur, sambil mata merem melek kucoba melihat tulisan  yang ada di layar HP NOKIA 1200 milikku.

6 panggilan tak dijawab, 3 message di terima

“ wah….,  kok sampek banyak gini ya, dari sapa sih!”  ucapku tanpa merubah mimik mukaku.

4 panggilan tidak di jawab dari Reza dan 2 panggilan juga dari Rissa, mereka adalah pengurus Himpunan Alumni Pelatihan kemarin. Tanganku mengarahkan ke tombol dengan gambar amplop surat di layar HPku. 3 pesan yang isinya sama, semuanya dari Rissa.

Assalamu’alaikum,

Di harapkan kepada semua Alumni Pelt. Da’i PD IPM Gresik ’10 untuk segera melakukan Follow Up Pelatihan sesuai dengan keputusan bersama pengurus dan seluruh alumni. Bagi ipmawan menjadi khotib di masjid atau musholla setempat, bagi ipmawati melakukan hal yang sama jika memungkinkan. Jika tdak, dengan cara membantu di TPA atau yang sejenisnya. Dan menyerahkan Surat Keterangan dari PR atau PC Muhammadiyah setempat tentang pelaksanaan kegiatan tersebut. Pengumpulan paling lambat 7 hari setelah Hari Raya Idul fitri 1431 H. di PD IPM Gresik atau melalui koordinator tiap cabang.

Wassalam,

Pengurus Himp. Alumni Pelt.Da’i‘10


“wah…, Kemana aku harus melakukan hal tersebut ya…, jadwal imam dan khotib disini kan sudah ditentukan jauh-jauh hari sebelum Bulan Ramadhon,” ucapku dalam hati.

“Bodo ah,“ ucapku sambil kubanting HP diatas kasur, kurebahkan lagi tubuhku, tidur.

***

Akh Misbah,dari mana aja. Kok langsung ngilang dari tadi siang, dicari Ustadz Ma’ayis,” sapa Akhi Anas sambil memegang bahuku dari belakang ketika aku keluar dari gang sempit di samping sekolahan.

“Ada apa ya Akh?” jawabku singkat.

“Gak tau, katanya secepatnya,” Akhi Anas sambil mengangkat bahunya.

“Ustadz dimana?”

“Di Kantor TPA”.

“Temenin aku kesana ya, kayaknya ada yang aneh. Takut aku,”.

“Ada-ada aja kamu, ya sudah. Ayo,” ajak Akhi Anas kemudian.

Aku cuma mengikutinya dari belakang, masih memikirkan apa yang sebenarnya akan di bicarakan ustadz Ma’ayis, seorang ustadz yang paling akrab dan selalu nengerti apa kemauan anak-anak tersebut.

“Assalamu’alaikum tadz,“ salamku ketika masuk ke kantor TPA dan setelah melihat ustadz Ma’ayis berada di depan computer berlayar LCD di ruang pegawai, yang konon katanya sebuah layar LCD pertama yang masuk di desa kami, maklum desaku termasuk kawasan terpencil yang dikelilingi gunung. Desa yang tidak pernah terjamah akses yang dinamakan internet. Tapi itu dulu, sebelum ada tiang yang menjulang di pinggir desa, sebuah menara operator telekomunikasi  yang akhir-akhir ini mulai menjamur sapai ke pelosok desa terpencil seperti desaku ini.

“Wa’alaikumussalam…” jawab Ustaz mantap.

“Kata Akhi Anas, ustadz mencari saya?” tanyaku langsung.

“Setelah ini ada acara kemana?”

“Terawih tadz,” jawabku singkat.

“Dimana?”

“Di masjid tadz, emangnya ada yang bisa saya bantu, mungkin?”

“Kemarin anak-anak waktu terawih di Musholla Nurul Yaqin, mereka di ganggu anak-anak kampung, mereka di lempari dengan air berwarna. Ustadz minta, kalau kamu tidak keberatan. Kamu terawih disana. Sambil mengawasi anak-anak. Bagaimana?”

“O…, ya tidak apa-apa tadz, setelah ini aku akan langsung kesana,”

“Syukron ya Misbah,”

“Laa syukron ala waajib tadz,”

“Oy, ada lagi,” ucap ustadz ketika aku dan Akhi Anas mau meninggalkan meja di depannya.

” Sekalian kamu menjadi Imam dan Khotib ya disana, soalnya ustadz mau mengantar keluarga ke rumah sakit, sebenernya hari ini bapak yang jadi imam. Dari pada kosong mendingan kamu yang gantiin,”

“Tapi tadz,” jawabku kaget, tidak percaya dengan apa yang aku dengar ini,“ Afwan tadz, bukan bermaksud menolak, tapi tidak mungkin tadz, saya tidak sanggup.”

“Belum di coba kok sudah bilang tidak sanggup. tadi ustadz lihat waktu kamu menyampaikan materi ke-IPM-an bagus, lancer dan sangat menguasai materi, padahal kamu hanya sebagai badal.” ujar Ustadz santai, masih sambil sibuk dengan computer didepannya.

“Bukannya tidak mau mencoba tadz,” aku terdiam masih belum bisa menguasai diri yang berkecamuk antara kaget, was-was, perasaan tidak percaya dan naluri yang membingungkan. tadi kan cuma acara pondok romadhonnya anak-anak MI, jadi tidak begitu khawatir, kan cuma anak-anak kecil. Tapi ini, jadi imam dan khotib di sebuah Musholla, suata aktifitas yang tidak pernah aku lakukan sampai sebesar ini. Meskipun selama ini aku menghabiskan hidupku di penjara suci. Terkadang sesama teman saja sering berebut iqomah supaya tidak jadi imam.

“Mungkin akhi Anas bisa tadz,” aku mencoba memberikan usul setelah ku melirik seseorang di sampingku.

Ustadz Ma’ayis langsung menoleh keaarah akhi Anas,

“Kamu bisa Nas?,” Tanya ustadz kepada PR IPM disampingku ini.

“Bisa insyaallah tadz,” ucap akhi Anas mantap.

Suaranya yang tegas terkadang membuatku iri, setiap dia tampil didepan menyampaikan materi atau memimpin sebuah rapat selalu tegas dan terkontrol serta tepat dalam setiap memutuskan sebuah masalah yang ada dalam tubuh organisasi kami, dalam benakku selalu berujar kapan aku bias seperti saudaraku seiman ini.

“Baiklah kalau begitu, tapi bapak berharap suatu saat kamu bisa menggantikan kami yang sudah tua. Kalianlah nanti penerus kami, kalau bukan kalian siapa lagi yang akan menggantikan ustadz-ustadz untuk berdiri di atas mimbar menyampaikan kebenaran. Bukankan KH.Ahmad Dahlan juga sudah berpesan, Muhammadiyah pada masa sekarang ini berbeda dengan Muhammadiyah pada masa yang akan datang. Karena itu hendaklah warga muda-mudi Muhammadiyah hendaklah terus menjalani dan menempuh pendidikan serta menuntut ilmu pengetahuan dan teknologi dimana dan kemana saja. Menjadilah dokter sesudah itu kembalilah kepada Muhammadiyah. Jadilah master, insinyur, dan propesional lalu kembalilah kepada Muhammadiyah sesudah itu, jadi jangan kalian buang-buang waktu kalian, jangan merasa bosan untuk belajar. Karena kalian termasuk orang-orang pilihan untuk menegakkan dan memimpin bangsa ini 10-15 tahun yang akan datang.” ucap ustaz Ma’ayis sambil melihat ke arahku.

Hatiku lega. Perasaan was-waspun hilang seketika, meskipun hatiku juga sedih dan gemetar mendengar apa yang telah di pesankan ustadz Ma’ayis tadi pada kami.

Suara azan berkumandang, kami langsung menuju ke Musholla Nurul Yaqin. Sebuah Musholla Wakaf peninggalan sesepuh didesa kami.

“ Misbah, perut saya sakit sekali. mules banget,mungkin tadi kekenyangan. Kamu yang jadi imam ya, aku pulang dulu. Sakit sekali, okey!” Sambil berlari meninggalkan aku.

“ tapi ????.”